KUN FAYAKUN FOR BUSINESS

buku | toko buku | toko buku online | distributor buku | distributor buku online | penerbit buku | buku best seller | buku pelajaran | buku penunjang pelajaran | buku agama | buku agama islam | buku murah


buku
| toko buku | toko buku online | distributor buku | distributor buku online | penerbit buku | buku best seller | buku pelajaran | buku penunjang pelajaran | buku agama | buku agama islam | buku murah


buku
| toko buku | toko buku online | distributor buku | distributor buku online | penerbit buku | buku best seller | buku pelajaran | buku penunjang pelajaran | buku agama | buku agama islam | buku murah


komunitas cinta buku
| social media | jejaring sosial | sosial media | social network | book lovers | social networking

– View on Path.

2

Always fighting with full heart in order to achieve DREAMS. It was not easy but never give up because everything possible with Allah’s will. KUN FAYAKUN. Allah knows the best, he the BEST PLANNER. Keep strugggling, keep moving. Good or Bad, Allah was always there. Innallahama’ana. 

Indeed Allah is The Incharge of our lives.
And He is able to do all things.
Expect Miracles!😄 Because when He intends to do something,
He says “Kun”…Fayakun ❤
Expect Goodness.. Expect Blessings
Smile… Life ain’t that hard 😆 #Jumuah #Friday #Motivation #Hope #Allahuakbar #Beautiful #KunFayakun #Love #Happiness #Positivity #Optimism #Miracles #Hardships #Trials #Struggle #Blessing #Salah #Muslim
#Muslimah #Life #Imaan #Faith #Ukhtedits #Smile #MuchLove #TagsTags #Yay #FeelsGood #Alhamdulillah 😅

Kita sebut ini “wallahu yaf’alu maa yuriid”… KehendakNya yang selalu berjalan diatas kehendak kita sebagai hambaNya. Tak ada yang ditampikkan dan tidak bisa ditepiskan.

Segala yang terfigura menjadi deret-deretan simponi yang terlagukan. Riak irama dalam tuts-tuts piano kehidupan… Entahkah rasa syukur atau rasa bahagia yang mengetuk, jemari-jemari mewakili laksana embun yang basah disapa kabut pagi…

Kita sebut ini “wallahu yaf’alu maa yuriid”… KehendakNya menuntun pertautan, singkat namun cukup erat, hangat dan bermaklumat…
Segala bisa tumbuh dan tergerus bersama waktu tanpa tahu pena pun menuntun dan membuka lakon masing-masing…

Saat canda menjadi penawar beranda maka biarkanlah larik-larik mengisi bagian dalam lantunan.
Saat anggunnya bahasa menayangkan ilalang aksara maka izinkan kuncupnya tumbuh menjadi andil yang turut berdampingan bersama tebaran ilalang…

Tak perlu menduga dengan dugaan ataupun memprasangkakan dengan sangkaan rencana karena ketika “kun” menjadi “fayakun” kita telah dalam satu kata yaitu kehendakNya…

Dia membagi senja dalam perjalanan hingga rona jingga berdiri menjingga, selepas apapun yang menjadi banyolan-banyolan maka saat itupun dahaga tak lagi bertandang.

Semua telah mengalir tanpa memerlukan desir bahkan semuapun meliuk tanpa memandang lekuk…
Puisi ini, pantun jenaka ini ataupun bahasa-bahasa jiwa ini telah berjalan saja hingga detik ini masih bertaut. Ini bukan hanya bahagiaku tapi juga bahagiamu..

-cerita senja- – View on Path.

Me know

Saat ini aku sibuk…
Sibuk dengan judul judul dan laporan laporan, sibuk dengan kegalauan kegalauan masa depan yang ga tau bakalan gimana dan jadi apa.
Kun fayakun, apa yang terjadi terjadilah.
Kadang hati ku bicara begitu tapi otakku ga pernah percaya sesuatu terjadi tanpa usaha. So, ketika kata itu terbersit hal yg mengikutinya adalah move my feet now yap.. Mau ga mau kudu harus usaha
Dan pada akhirnya muncul lagi kegalauan ini.
Antara disini atau pergi antara tetap ato mencari peluang di tempat lain
Yang ga kalah bikin galau adalah aku terlalu takut meninggalkan apa yg telah aku dapat utk impianku.
Allah udah terlalu baik ngasih aku org org baik. Dan pertanyaannya haruskah aku mencari yg lebih baik? Dengan meninggalkan yang lebih baik? So what can i do ?

'Kun fayakun..' Allahumma solli'ala sayyidina muhammad..
We plan, Allah plans too.. indeed, He is the best planner.
The best thing to do is have faith on Him. Every single things that happen for a reason.
الله المستعان

Kun Fayakun

Sejenak aku terpikir, mungkin sebenarnya sudah terlambat bahkan sangat terlambat untuk memusingkan dan membingungkan hal ini; Perbedaan Agama. Ya. Aku menjalin hubungan dengan seorang yang berbeda keyakinan denganku.

Awalnya, entah aku tidak yakin namun tidak juga jika kukatakan aku tidak yakin. Aku hanya menanyakan pendapatnya tentang berbeda keyakinan dan jawabannya meyakinkanku, kuterimalah dia menjadi kekasihku. Memang, kami belum jalan lama, namun yang aku rasakan berbeda dengan mantan sebelumnya. Aku merasakan kebahagiaan. Sekalipun kami tak saling bertatap mata, berpegangan tangan, dan kontak fisik lainnya yang disebabkan oleh jarak, aku selalu bisa merasakan sayangnya dan cintanya padaku. Dia juga selalu membahagiakanku lewat apapun, terlebih lewat kejutannya jumat lalu yang sangat membuatku senang dan terpesona. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas anugerah-Mu.

Aku merasa begitu indah kami dapat bersatu dalam perbedaan. beda suku, beda budaya, beda kampus, beda sekolah, bahkan beda agama. Indah rasanya dia yang selalu mengingatkan dan membangunkanku untuk solat subuh setiap pagi dan bahkan dia lebih bingng dari aku jika aku lalai dalam solatku. Dia yang selalu mengingatkanku untuk menomorsatukan Tuhanku, mengingat Tuhanku, dan bahkan dia mengetahui banyak tentang agamaku. Toleransi agamanya sungguh besar. Ya, aku mensyukurinya aku sangat senang. Namun dibalik 1000 kesenangan pasti ada 0.1 rasa khawatir atau mungkin bisa dibilang sedih. Aku khawatir, aku takut, Ya Allah ya Tuhanku, aku patah hati. Saat ini. Aku sedih Ya Allah aku sedih karena dia bukan penyembahMu, dia menyembah yang lain yang bahkan aku baru  saja tau kemarin nama Tuhannya. Aku tak mengerti bagaimana jalannya agama dan kepercayaannya. Aku hanya tau dia dan penganut itu menusukkan dupa ke pasir, yang aku tidak tau apa mantranya dan apa tujuannya. Bahkan aku tak tau hari raya nya apa saja, dan bagaimana cara mengucapkan selamat hari raya untuk hari raya nya. Aku takut Ya Allah, takut jika besok orang tuanya yang mana keluarga mereka sangat memegang teguh tradisi tidak menyetujui kami padahal aku sudah terlanjur mencintainya. Aku takut Ya Allah jika imanku tidak cukup kuat aku tidak akan dapat membawanya padaMu. Aku tidak mau pernikahan berbeda agama. Aku membutuhkan imam yang baik, tapi di sisi lain aku ingin dialah imamku dan anak-anakku kelak. Ya Allah, perkuatkanlah diriku, imanku, dan segalanya agar beberapa tahun kedepan aku siap. Aku tidak akan mengkhianatiMu, Ya Allah. Sudah cukup aku patah hati saat ia berkata ingin beribadah pada Tuhannya, dan bukan padaMu. Namun, aku merasakan bahwa cintaku padaMu begitu besar Ya Allah. Bantulah aku dalam menghadapi semua ini, perkuatkanlah imanku agar kelak aku dapat membawa dan mempersembahkannya padaMu, Ya Allah, Ya Tuhanku, Satu-satunya Tuhan Semesta Alam. Aamiin Ya Rabbal Alamin. Kun Fayakun!

Selamat jalan Ainun ~

Hari ini hari terakhirmu disini.. HAHA

Ampun deh aku gabisa banget nangis, padahal aku tau. Aku pengen banget nangis dan meluk kamu. Cukup hati aku aja yang nangis. Aku cuma mau berterimakasih banget sama kamu. Buat dua minggu yang amazing. Buat setiap motivasi kamu. Rasanya beda kalo orang yang nyemangatin aku lewat hp sama yang langsung ngomong. Kamu yang langsung rangkul aku pas nangis liat anak anak UNS foto bareng. “itu impian aku nun.. ” kamu cuma senyum sambil ngusap airmata aku “hey cantik mimpi kamu tuh masih ada. Dia ga mati. Dia hidup. Dia hidup disini *hati* universitas tuh punya Allah pun.. kun fayakun kamu inget? ga ada yang gamungkin. Mimpi itu masih tetap setia menunggu kamu kok, Allah cuma pengen kamu lebih sabar meraihnya. Kamu kan yang bilang ke aku ada mimpi terbesar dan terhebat yang harus kamu selesein? di tempat ini kamu harus meraihnya ” Yaps. Kamu bener nun. Aku harus mendongak lagi. Cukup untuk airmata saat itu. Disaat semua sahabat aku sibuk kuliah dan ospek cuma bilang sabar dan sabar, atau special one yang udah nguatin dan nasehatin aku dari sana..mungkin kurang cukup. Karena aku disini dan berbeda dimensi tempat dengan kalian semua. Tapi Allah ngasi ainun. Lewat ainun, ya dia yang kuatin aku saat kalian gatau rasanya gimana deep down nya aku disini. HAHAHA AH MELOW YA MAAFKAN =”((

Aku emang cengeng kok,salah ya? engga kan? yang penting aku ga nangis depan ainun. Aku nangis dibalik layar ini. Nulis semua apa yang aku rasain. Mungkin kalo bantal bisa ngomong dia bakal bilang kali ya bosen banget liat aku nangis-_- Ato bisa jadi juga diary aku yang bosen bosennya aku coret coret. Tapi mereka setia banget jadi tempat aku numpahin karya tangan dan perasaan aku. Ah skip lah ngalor ngidul kan -_-

Kamu harus baik baik disana ya nun. Inget tujuan kita lagi, inget mimpi mimpi indah kita lagi. Inget dan tetap gantungkan 5cm depan mata kita. Lalu biarkan mahameru yang akan menjadi saksi KESUKSESAN KITA! =”))

SAYANG AINUN KARENA ALLAH 💚

Ahad, 7 September 2014

Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma Wa jamaah baina kuma fii khair.

Hari ini teman sepermainan ku walimah, teman bertengkar zaman SD. Subhanallah keputusan yang luar biasa, masih mengenyam bangku perkuliahan tetapi berani mengambil keputusan sebesar itu, sungguh aku ikut bahagia rasanya. Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma Wa jamaah baina kuma fii khair..

Ketika Allah sudah berkehendak apapun bisa terjadi. Kun fayakun. Jadilah, maka jadilah.

Temanku itu jika dilihat masih amat sangat muda. Tapi ternyata ia lebih siap berumah tangga dibanding teman-temanku yang lain. Rencana Allah sungguh luar biasa Masya Allah :’)

Hari ini aku datang ke acara walimahnya seorang diri. Kikuk siiiii hahaha tapi dengan datang sendiri membuat ku sadar bahwa masih banyak yang harus ku perbaiki dalam diri ini. Iri ?? Tentu saja. Malu ? Itu juga kurasakan. Malu terhadap diri sendiri yang jauh dari kata baik. Amat sangat jauh.

Acara walimah temanku itu cukup syar’i yang berdatangan adalah orang orang berjilbab lebar yang aku yakin mereka insyaAllah orang orang yang istiqomah. Yang tidak ada keraguan dalam keputusan mereka berpenampilan seperti itu. Karna mereka berharap Redha Allah dan kebaikan untuk dirinya.

Hari ini aku tersentak amat sangat malu. Amat sangat malu dengan diri ini ya Allah :’(

Aku malu pada mereka dan padaMu ya Allah. Betapa aku seperti melihat keburukan diriku sendiri. Astaghfirulloh..

Allah masih adakah kesempatan untukku ? Allah masih mau kah kau mendekat dan mendekap aku ? Allah beri aku kesempatan untuk bertemu orang-orang yang jihad dijalanmu. Allah tetaplah bersamaku… kapanpun dimanapun…

Dear Hafib,

Kali ini tak ada lagi permintaanku, segala yang menjadi inginku telah Allah berikan dan bahkan tanpa permintaanku pun Allah telah mengabulkannya. Doa yang bukan doa ku lah yang tengah kurasakan saat ini. Aku yang tengah melakukan istikharah agar diberi Allah jodoh yang baik dari sisi-Nya telah mengantarkan ku pada keistiqomahan. Selalu ada dirimu dalam doa-doa ku dan selalu ada tangisan dalam setiap doa ku untukmu duhai kau yang dicintai Allah.

Tanpa engkau ketahui aku selalu mendoakan mu dalam setiap ibadahku di sepertiga malam, yang mungkin kadang kau hadir dalam mimpi ku dan dalam doa ku pun engkau serasa meng Aminkan doa ku. Selalu kuminta padaNya agar menjadikan setiap kerinduanku menjadi kerinduanmu. Setiap setelah aku mendoakanmu, engkau selalu muncul menghubungiku. Apa ini sebuah kebetulan saja? Kurasa tidak.
 
Karena Allah mempunyai kekuatan besar dan kuat untuk membuat sesuatu itu menjadi nyata seperti “Kun Fayakun’’ Seperti itulah hal yang kurasakan sekarang, dalam setiap doa kutitipkan rinduku padamu.

Atas izin Allah lah aku bisa mengenalmu, mencintaimu dalam diam, dan menyampaikan rasa rinduku padamu dalam doa ku. Berterima kasih pada Allah yang mempertemukan kita tanpa cara yang kebetulan, skenario-Nya begitu indah, alurnya pun tepat dan sempurna. Sajadah adalah tempat ku berterima kasih kepada-Nya. 

Aku akan terus memantaskan diriku. Walaupun pada akhirnya cinta dalam diamku ini mungkin dihapuskan untukmu, jika ternyata bukan kamu yang Allah tulis di Lauh Mahfuz untuk menjadi imamku.

Untukmu yang mungkin menjadi imamku, pantaskan dirimu selalu. Jangan tinggalkan Al Quran dan ibadahmu kepadaNya. Jaga selalu kesehatan.

Aku ikhlas. Pasrah. :’)
Robbi la tadzarni fardawaantakhoirul waritsin.

Amin.

p.s : I love you

060914 22:39 WIB

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video