dikumpulkan

3

Satu langkah lebih dekat dengan Fakultas MIPA UNPAD

Satu langkah melebarkan sayap, menebar kebaikan.

Saat uprgrading, yang dipelajari adalah kita dalam satu naungan ini sebenarnya punya banyak sekali teman. Hanya saja selama kita berkuliah, kita jarang bertemu mereka, sekalinya bertemu, tersenyum pun malu. Kenalan pun tidak jadi. Baiknya memang dikumpulkan dalam satu forum besar. tertawa bersama itu menambah rasa kekeluargaan, jadi ya memang setidaknya antar jurusan harus banyak berbincang.

Saat Lokakarya, yang dipelajariadalah 3R. Respect to the People, Respect to the Time, and Respect to the System. Selama ini sistem yang masih banyak kurang terrealisasikan, mulai ditegasi kembali. Bagus sebenarnya. Menjadi tantangan untuk himpunan untuk menghormati sistem dan tatanannya. tapi, juga menghasilkan resiko jika tidak melaksanakannya. Agak menyeramkan juga sih.Tapi usaha demi perubahan menjadi lebih baik, memang seharusnya kita dukung.

Semoga Jadi langkah awal untuk MIPA yang lebh baik.

Bismillah..

Muthi Fatihah, 23-24 Januari 2015

Perjalanan Malaysian masih jauh

Aku dah lama memerhatikan budak - budak. Kadang kadang geram. Bengang pun ada. Mereka kata ‘alah biasalah tu budak budak. Apa yang dorang tau’

Aku tak rasa mereka masih kecil. Bahkan mereka harus belajar dari sekarang. Mustahil lah kalau sekarang dilatih untuk menjadi ignorance tiba tiba bila dah besar sedikit(baca mummaiyiz), perwatakan berubah. Ini mustahil!

Ini aku bagi satu situasi yang benar.

Makan di surau. Talam. Sunnah. Nasik lauk kambing aqiqah.

Satu talam sepatutnya memerlukan sekurang - kurang empat orang DEWASA untuk menghabiskannya. Namun begitu, lain pula yang berlaku kepada budak budak yang kurang mengerti Bahasa Ibunda kita ni. 

Dikumpulkan geng - geng mereka 4 orang, duduk di satu talam, lepastu makan bersama -sama

Empat orang budak budak yang makan hanyalah tak seberapa. Buat satu kumpulan duduk makan bersama. Orang dewasa dah ulangkali beritahu dekat sang kanak kanak supaya pastikan lima atau enam orang satu talam. 

Tapi disebabkan sikap ignorance and egoistik maka berlakulah seperti yang terjadi di atas. Dan apabila seorang demi seorang kenyang (setelah makan 10 suapan nasik), ditinggalkan sahabat kawan kawannya yang lain untuk menghabiskan saki baki yang amat banyak! Tinggalkan begitu sahaja dengan berfalsafah ” I don’t give a shit”. 

 

Dan yang lebih menggeramkan adalah apabila aku melihat, orang yang terakhir juga tanpa segan silu, tanpa sikap bertanggungjawab, meninggalkan sahaja dulang tersebut berbakikan nasik dan lauk yang banyak. Makan bersepah. Tak reti kemas. Apa punya mentaliti la nih

Oi! Lauk tu orang bagi kambing aqiqah kot! Habiskanlah!!

Tapi aku harus sedar. Budaya tinggal taik merata rata selepas berak bukan dilakukan oleh budak budak saja. Orang tua dan bertahun tahun matang pun sama saja. Eh sekejap. Betul kah mereka dah matang? ataupun mereka merasakan diri mereka matang? Kah kah.

Siapa yang harus dipersalahkan? Ibu bapa? Rakan rakan?

Aku tetap berpandangan budak budak tersebut bersikap ignorance. Kalau kebanyakan berumur 5 6 tahun aku faham. Tapi mereka dah cukup besar(mummaiyiz) untuk faham tanggungjawab tu.

Malaysia maju 2020. kah kah kah

TBM Meridien HMPD Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta Mempersembahkan
“MERIDIEN CUP IV 2015: TBM ON FIRE”
A Simulation of Disaster Competition, Seminar and Workshop

Persyaratan:
1. Peserta berstatus anggota Tim Bantuan Medis aktif di Fakultas Kedokteran setempat dengan surat keterangan dari fakultas.
2. Membayar administrasi pendaftaran, mengisi formulir, melampirkan foto 3x4 setiap anggota tim beserta bukti pembayaran.
3. Biaya pendaftaran bersifat non refundable. Panitia berhak menolak peserta apabila peserta mengirimkan data palsu, tidak melakukan pembayaran,atau tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
4. Pengiriman syarat dan ketentuan peserta dikumpulkan paling lambat 15 Mei 2015 ke email timbantuanmedismeridien@ymail.com

Pendaftaran dibuka mulai tanggal 15 Maret 2015-15 Mei 2015

For more information, please kindly ask to:
Titis Meyliawati: 081294389457/7D2991B2
Fidya Rizka: 085279175005/740E4272 

Siapkan tim bantuan medis terbaikmu dari sekarang yaaa! (moon grin)

Video coming soon mercup 4: http://youtu.be/2qvlBSzXx3s
Jgn lupa jempolnya yaa sama follow twitter kita @meridiencup2015 (thankyou) with TBM at Fakultas Kedokteran UMJ – View on Path.

Thought via Path

Adab Bersendawa dalam Majlis

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, “Seseorang bersendawa di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam, maka beliau berkata:

كف عنا جشاءك فإن أكثرهم شبعا في الدنيا أطولهم جوعا يوم القيامة

"Tahanlah sendawamu itu, karena sesungguhnya orang yang paling sering kenyang di dunia, maka ia adalah yang paling lama merasakan kelaparan di hari kiamat.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi 2/78 beliau berkata, “Hadits ini ghariib dari jalan ini”, diriwayatkan pula oleh Ibnu Maajah dalam Sunan-nya nomor 3350.

Syaikh Al-Albaani menerangkan, “Hadits ini naik derajatnya menjadi “hasan” setelah dikumpulkan berbagai jalur periwayatannya. Di antaranya hadits Abu Juhaifah radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Al-Juu’ 2/2, hadits Ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan At-Thabraani, hadits Ibnu ‘Abbaas radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan At-Thabraani, hadits Salmaan diriwayatkan oleh Ibnu Maajah. (Silsilah As-Shahiihah 343)

Maka dari hadits di atas dapat ditarik satu kesimpulan makruhnya bersendawa di sisi orang saat bermajlis (Kitaabul Aadab hal. 100). Dan tentunya lebih patut lagi sendawa itu kita tahan saat menunaikan shalat berjama’ah bersama kaum Muslimin.

Fikri Abul Hasan
Whatsapp “Madrasah Salafiyyah”. – Read on Path.

Thought via Path

Halo guys jangan lupa ya besok 28 Januari 2015 di adakan technical meeting SBC (Smaven Basketball Competition) di Aula SMA Negeri 7 Banjarmasin jam 15.00 WITA dan jangan lupa buat peserta yang belum mengumpulkan uang pendaftaran beserta persyaratan bisa dikumpulkan selambat-lambatnya pada saat technical meeting #atmosphere2015 – Read on Path.

Jatuh cinta tidak haram. Apa yang Anda lakukan dengan cinta itulah yang membuatnya haram atau halal.

Oleh: @witry_

Karena Sebaik-baiknya rindu adalah yang disebut dalam doa dan Sebaik-baik cinta adalah cinta yang halal. ❤
Dan Cinta sesungguhnya adalah ketika telah halal juga bukan sekedar cinta, Tapi juga berisikan ibadah, dan akan dikumpulkan diakhirat dengan yang kita cintai.. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Seseorang bersama dengan yang dicintainya”
(HR Al-Bukhari no 6169)

Dan taukah kamu bahwa cinta yang tulus adalah cinta pasca nikah. Seperti ungkapan indah berikut, Kami tidak Pernah melihat dua orang yg saling mencintai melebihi tulusnya cinta dg PERNIKAHAN.

Ya Allah bantu aku menjaga hatiku agar bisa meraih indahnya pernikahan cinta yang halal. Aamiin ❤

#love #halal #haram #rindu #duniajilbab 😇😊 (at tag sahabat hijaber 😇😊)

JANGAN KHAWATIR DENGAN RIZKI ESOK HARI

Sabtu Pagi, 17 Januari 2015

Jika anda hari ini merasa aman/tenteram, tubuh anda sehat wal ‘afiyat, serta makanan hari ini telah tersedia, maka apakah lagi yang anda cari…? Itulah puncak kebahagiaan yang banyak hilang dan dikejar banyak orang…bahkan orang-orang kaya…bahkan orang-orang yang tenar…!!,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوْتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا

"Barang siapa diantara kalian yang tatkala di pagi hari merasa aman/tenang, tubuhnya sehat, dan ia sudah memiliki makanan untuk hari tersebut maka seakan-akan dunia seluruhnya telah dikumpulkan untuknya" (HR Al-Bukhari di Al-Adab Al-Mufrod, dan At-Thirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 2318)..

Isilah hari tersebut dengan bersyukur dan banyak beribadah kepada Allah, jangan terlampau khawatir dengan esok hari…!!!

 

Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah berkata:

إِذَا أَصْبَحْتُ عِنْدِي قُوْتُ يَوْمٍ … فَخَلِّ الْهَمَّ عَنِّي يَا سَعِيْدُ

Jika dipagi hari dan aku telah memiliki makanan untuk hari ini…

Maka hilangkanlah kegelisahan dariku wahai yang berbahagia..

وَلاَ تَخْطُرْ هُمُوْمُ غَدٍ بِبَالِي … فَإِنَّ غَدًا لَهُ رِزْقٌ جَدِيْدُ

Dan tidaklah keresahan esok hari terbetik di benakku….

Karena sesungguhnya esok hari ada rizki baru yang lain..

أُسَلِّمُ إِنْ أَرَادَ اللهُ أَمْراً … فَأَتْرُكُ مَا أُرِيْدُ لِمَا يُرِيْدُ

Aku pasrah jika Allah menghendaki suatu perkara…

Maka aku biarkan kehendakku menuju kehendakNya..

Seorang yang beriman dan beramal sholeh serta berusaha pada hari ini…maka tidak usah khawatir dengan esok hari…pasrahkan urusan kepada kehendak Allah.. Yang gelisah hanyalah orang yang bermaksiat kepada Allah…khawatir akan adzab dan hukuman Allah yang datang sewaktu-waktu…

Sungguh aneh seseorang yang tatkala masih menjadi janin dalam perut ibunya ia telah diberi rizki oleh Allah…tatkala ia masih kecil dan tidak bisa berbuat apa-apa ia tetap di beri rizki oleh Allah…

lantas setelah ia dewasa dan mampu berusaha dan bekerja tiba-tiba ia takut dan khawatir ia tidak akan memperoleh rizki dari Allah ???

Oleh: Ustadz Firanda Andirja, M.A. (semoga Allah memberkahi sisa umur beliau)

Ruang Tersibuk di Aula Skodam

MALANG – Salah satu kejadian menarik terlihat di salah satu ruangan Aula Skodam V Brawijaya, kemarin (31/01). Bertepatan dengan lomba Student Journalist Competition dan Student Photographer Competition yang diadakan, Malang Post sengaja menyiapkan satu ruangan khusus bagi peserta untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Ruangan yang terletak di sebelah timur Aula Skodam V Brawijaya tersebut dipenuhi peserta jurnalis dan fotografer yang sedang membuat berita, atau memilih hasil fotonya yang nantinya akan dikumpulkan pada Malang Post.

Beberapa dari mereka terlihat serius mengetik berita dan memilih hasil jepretan fotonya. Sedangkan lainnya, terlihat santai dan mengerjakan sambil bercanda dengan beberapa teman sekitar. Meskipun hujan sempat terjadi ditengah – tengah pekerjaan mereka, para jurnalis dan fotografer itu terlihat tidak terpengaruh, dan tetap fokus mengerjakan.

Terlihat beberapa peserta Student Journalist Competition yang saat itu sedang mewawancarai teman sesama peserta Student Journalist Competition. Meskipun tampak ganjil, mereka terlihat akur dan saling membantu satu sama lain.

Begitu pula salah satu peserta Student Photographer Competition yang merasa kecewa karena tahu lagi – lagi hasil foto jepretannya belum diliput dalam koran Malang Post pagi itu. Tapi narasumber, yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku tidak akan berhenti menyerah sampai hari terahir. (diz)

Bertemu Bapak


Mengunjungi Bapak di negeri cahaya. Tak berkesudahan ibadahnya karena perjalanan ke derajat keabadian masih ribuan cahaya antaranya. Di sisa ingatannya akan kenangan dunia, Bapak masih mengenali saya, anak lelakinya yang bengal. Bapak yang tak pandai berbasa-basi. Bapak yang tak bisa lelembut basa.

Bapak bercerita tentang saat-saat meninggalkan jasad menuju cahaya yang kuat menarik dan membimbingnya ke alam keabadian. Energi kuat yang menjadikannya lelana, yatim, dan piatu dalam kesendirin dan tak kesendirian. Ketidaktahuannya bagaimana untuk menjelang masa fana yang telah ditinggalkan karena semua detik yang dimiliki hanya untuk memuja dan hanya memuja Maharuh pemilik para ruh semesta.

Bapak bercerita saat dikumpulkan dengan sebangsa makhluk. Saat mana amal perbuatan mendapat imbalan yang semestinya. Saat doa-doa di bumi terputus karena pahala hanya dimiliki oleh mereka yang berbuat.

Beribadahlah terus, Bapak. Hingga Allah di hadapan.

Rela Bahayakan Diri Demi Hasil Terbaik

MALANG – Pada hari keduanya kali ini (30/01), M-Teens School Competition 2015 (MSC15) lagi – lagi terus membawa kehebohan. Dibuka dengan sosialisasi interaktif oleh Bank Indonesia, games dan hadiah yang diberikan berhasil menarik perhatian siswa SMA Negeri yang saat itu telah datang. Dilanjutkan dengan penampilan dari M-Teens Idol Competition, semakin lama Aula Brawijaya V Skodam terlihat dibanjiri pengunjung siswa SMA dan SMP se-Malang Raya dan Pasuruan.

Di sisi lain, peserta lomba Student Photographer Competition dan Student Journalist Competition terlihat masih aktif berkeliaran mencari foto dan berita untuk nantinya dikumpulkan pada Malang Post. Saat ditanya, beberapa dari mereka mengaku sangat berharap hasil jepretan foto atau beritanya dapat di muat di salah satu koran terbaik Kota Malang, Malang Post.

Salah satunya Dimas Surya Bhaskara, peserta Student Photographer Competition yang rela menaiki balok - balok kayu dibelakang tembok Aula Brawijaya V Skodam demi mendapat angel terbaiknya dari balik jendela. Saat didatangi, Dimas dengan kamera Canon Rebel TD yang setia menemaninya mengaku bahwa ia nekat mengikuti M-Teens 2015.

Siswa kelas sebelas SMAN 10 Malang ini mengaku bahwa ia bukan seorang fotografer jurnalis. “Beda banget antara fotografi biasa sama fotografi jurnalis.” akunya. Dia menambahkan “Fotografi biasa lebih ke teknik, sedangkan di fotografi jurnalis yang penting isinya. Berita didalam fotonya.”

Ia mengaku, tempat penyelenggaraan MSC15 kali ini menjadi salah satu kesulitan dalam pengambilan foto. Baginya, tidak sembarang fotografi bisa mengerti cara mengatur ISO dengan baik di dalam ruangan seperti itu.

Diakhir wawancara, Dimas berharap tahun depan Malang Post dapat memberikan kebebasan yang lebih untuk para fotografer dalam memotret acara.(diz)

Laa Ba’sa Thohurun In sya Allah.


Karna sakit, kita jadi inget nikmatnya dikala sehat. Jangan lupa bersyukur. Alhamdulillah.

"Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.

(HR Ibnu Majah, no 4141; dan lain-lain; dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalan Shahih Al Jami’ush Shaghir, no. 5918)

#sakit#sehat#dosa#hapus

Presiden Jokowi Akan Panggil Semua Dubes untuk Samakan Visi dan Misi

Tags :

Presiden Jokowi akan memanggil kepala perwakilan RI di luar negeri pada awal bulan Februari 2015. Sebanyak 132 duta besar RI untuk negara sahabat akan dikumpulkan dalam satu forum.
Tanggal : January 30, 2015 at 11:50AM
Penulis :
By : news.detik
Baca selengkapnya di :
Sumber Berita

Anda sedang membaca berita tentang " Presiden Jokowi Akan Panggil Semua Dubes untuk Samakan Visi dan Misi"

Bagaimana Proses Lebah Membuat Madu?

Bagaimana Proses Lebah Membuat Madu?

Siapa pun tahu madu dihasilkan dari lebah dengan cara mengubah nektar yang didapat dari bunga lalu dikumpulkan di sarangnya dan menjadi madu. Lantas, bagaimana prosesnya dari nektar hingga menjadi madu?

Pada bangsa lebah, seperti halnya serangga koloni lainnya, memiliki tugas masing-masing. Sebagian besar yang disebut kelompok lebah pekerja setiap hari harus mengangkat nektar yang dikumpulkan.

View On WordPress

Presiden Jokowi Akan Panggil Semua Dubes untuk Samakan Visi dan Misi

Tags :

Presiden Jokowi akan memanggil kepala perwakilan RI di luar negeri pada awal bulan Februari 2015. Sebanyak 132 duta besar RI untuk negara sahabat akan dikumpulkan dalam satu forum.
Tanggal : January 30, 2015 at 11:50AM
Penulis :
By : news.detik
Baca selengkapnya di :
Sumber Berita

Anda sedang membaca berita tentang " Presiden Jokowi Akan Panggil Semua Dubes untuk Samakan Visi dan Misi"
#4 La Tahzan

Rintikan air hujan di luar sana membuyarkan lamunanku.

Tidak selalu ada semangat untuk berada di tengah-tengah kerumunan buku. Kadang daya senangku berada di level teratas, tapi terkadang seperti sekarang, bagaikan kapal terombang-ambing di tengah badai. Pantas saja hari ini tidak akan melihatku seperti biasa menenteng tas berisikan buku, namun menenteng membawa beban.

Bukan, bukan karena kejadian dua hari lalu. Justru masa bodoh. Kemarin, salah sati dosen memanggilku, ku kira sudah habis masa tenggangku untuk mengumpulkan tugas yang memang seharusnya sudah harus dikumpulkan seminggu lalu, namun kagetnya, beliau berkata, “Merisca, kamu ibu daftarkan menajdi salah satu kandidat debat di Oxford, dan menurut pengumuman, kamu lolos ke babak penyisihan, babak terakhir, kamu ikut ya,”

Tidak ada peringatan, tidak ada persiapan, well, kalau sudah talent tanpa persiapan pun hasilnya tidak akan begitu mengecewakan, walau semua terhalang oleh demam panggung dengan penonton pengamat lebih dari puluhan penonton.

Di kelas, okay. Masih bisa terkendalikan gemetar pada seluruh tubuh, walau tangan sempat beberapa kali menggigil.

Ku helakan nafas berkali-kali, seperti orang banyak tekanan saja. Ya, tapi memang aku lagi dalam tekanan, tekanan tidak tau harus merasa bangga atau justru malapetaka.

"Maaf, saya lagi cari buku…..," dari arah belakang terdengar seseorang yang tak asing suaranya lagi menanyakan sebuah buku kepada penjaga perpustakaan. Dia.

Hah, dia mencari buku. Buru-buru ku membalikkan badan dan mencari dia. Dia yang hari ini berpakaian santai, kaos bola putih bercelana jeans hitam. Rambutnya lurus hitam dibiarkan sedikit panjang setelinga. Ada yang berbeda.

Kaca mata. Dia berkaca mata. Menawan.

Setelah sang penajaga perpustakaan menemukan buku yang dicarinya, diberinya buku itu. Digenggamnya buku berwarna kuning itu, lalu dia mencari tempat untuk bersandar. Tidak seperti biasanya pula dia duduk lebih mendekat ke arah tempatku berada.

Tepat berhadapan, dihaangi satu meja.

Selayaknya kabar gembira, keberadaannya mampu menghapus kepenatanku.

Dia membaca buku itu, tekun.

'Kemana saja semangat membacamu,' tanyaku dalam hati.

Aku penasaran dengan buku yang dia baca. Buku pertama (sepengetahuanku) yang dia baca di perpustakaan ini.

Kuning, tebal, dan meyakinkan kalau dia layak untuk dibaca. Tanpa berfikir panjang, ku beranjak menuju sang penjaga perpustakaan tadi.

'Bu, maaf saya mau tanya, buku yang baru saja dipinjam anak laki-laki itu,' ku tunjuk ke arah dia, dengan hati-hati tentunya, 'Buku apa ya judulnya ?'

'La Tahzan dik,'

La Tahzan.

'Ooh, makasih ya,' lalu ku balik ke tempat dudukku. Merenung, buku apa itu ? Artinya apa ? Mengenai apa ?

Seketika renungan ini teralihkan oleh deringan hape ku. Tanda bunda menelpon, tanda ku harus segera pulang.

Kutinggalkan pertanyaan ku di perpustakaan, mungkin akan kutemukan jawabannya besok.

Atau entahlah, yang jelas, aku penasaran.

Bertemu Bapak


Mengunjungi Bapak di negeri cahaya. Tak berkesudahan ibadahnya karena perjalanan ke derajat keabadian masih ribuan cahaya antaranya. Di sisa ingatannya akan kenangan dunia, Bapak masih mengenali saya, anak lelakinya yang bengal. Bapak yang tak pandai berbasa-basi. Bapak yang tak bisa lelembut basa.

Bapak bercerita tentang saat-saat meninggalkan jasad menuju cahaya yang kuat menarik dan membimbingnya ke alam keabadian. Energi kuat yang menjadikannya lelana, yatim, dan piatu dalam kesendirin dan tak kesendirian. Ketidaktahuannya bagaimana untuk menjelang masa fana yang telah ditinggalkan karena semua detik yang dimiliki hanya untuk memuja dan hanya memuja Maharuh pemilik para ruh semesta.

Bapak bercerita saat dikumpulkan dengan sebangsa makhluk. Saat mana amal perbuatan mendapat imbalan yang semestinya. Saat doa-doa di bumi terputus karena pahala hanya dimiliki oleh mereka yang berbuat.

Beribadahlah terus, Bapak. Hingga Allah di hadapan.

Di Jepang, Jerami Diubah Jadi Patung Menakjubkan

Kreatifitas adalah salah satu hal yang paling sering ditonjolkan oleh Jepang. Di Negeri Sakura ini berbagai macam benda bisa diolah menjadi berbagai bentuk karya seni.

Salah satu bahan yang bisa menjadi karya seni adalah jerami. Jerami kering sisa hasil panen pada musim gugur yang sudah berwarna coklat dikumpulkan dan dirangkai menjadi berbagai bentuk patung.

Dulu, kumpulan jerami seperti ini hanya bisa dipakai sebagai atap rumah, namun kini jerami bisa diolah menjadi karya seni yang menakjubkan. Pameran berbagai patung yang terbuat dari jerami ini bisa ditemui di Festival Seni Wara yang diadakan di Niigata, Jepang.

Festival seni ini diadakan setiap tahun dalam rangka merayakan keberhasilan panen yang dicapai oleh para petani. Jerami sisa hasi panen lalu dikumpulkan dan dibuat berbagai macam patung raksasa. Festival ini berhasil mengundang ribuan turis untuk mendatangi daerah ini setiap tahunnya.

Dan berikut adalah kumpulan patung-patung menakjubkan yang terbuat dari jerami:

Patung jerami berbentuk hiu / Kotaku

Patung Jerami berbentuk gorila / Kotaku

Patung jerami berbentuk mammoth / Kotaku

Patung jerami berbentuk dinosaurus yang menyembul dari dalam air / Kotaku

Patung jerami berbentuk tank / Kotaku

Patung jerami berbentuk kapal / Kotaku
youtube

Animenya anak fakultas lalapan he3… jadi inget masa2 jd asisten Fisiologi Hewan Air, pas praktikum fototaksis lobster yg dipake buat praktikum dibuat lauk campuran mie instant, pas praktikum digestibility dan GET ikan nilanya kita goreng renyah, dan puncak praktikum yakni pemijahan buatan dengan induk ikan mas, tu ikan yg sudah dibedah dikumpulkan di ruang asisten… dan sebelum2nya tim asisten dah bawat aneka alat panggang he3… kuliah di fakultas lalapan emang seneng2 doang dah hahaha

o iya, dulu pas praktikum dasar-dasar akuakultur kita disuruh nanganin kolam fakultas di tumpang, pas ikan satu kolam dah layak panen dosen pembimbing bilang “hajar dah tu kolam, bikin pesta” he3