Pfiou…

Dheni & Kalou

Fyda & Royd

One of my favorite couple ever, because in fact you never really know if they are a couple or not?

Terranigma is my FAVORITE GAME EVER (with majora’s mask) and prolly the one who marked me the most.

I need to find a way to color it “well” : <

Did an other rosette for it, and used ref for sword size (did deco after)

Kite

Is that a Tori drawing? :o

Indeeeddd XD!

Terr

AND A BEAUTIFUL ONE AT THAAAAAAAAAAT♥ :Q I love awesome sword designs to death!

Thank you so much !

Arghhh pretty sword are just too cool, i’m not good at drawing weapon (at all!) but wanted do those good, and it’s something i don’t do enough, but used a ref’ for size and such ^^.

Petinouh

this is looking so badass!! love the details. keep it up!

Thank you so much ! and for taking time let me comment <3!

I tried do more usefull detail for once! and also anatomy risk ! arghargh XD!

Chamsouille

Oh GOD ! Celui-là est superbe ! Les détails et le line déchirent et l’épée est AWSOME *o* J’ai vraiment hate de le voir en entier !

Merciiiii ^00^ (too bad qu’ils ont des gueules de cons parce que j’était contente de mon line/design XD)

Maintenant couleur >: D!!(merci beaucoup pour le commentaire qui ma bousté en tout cas è0é)

Thanks everyone! è0é

A-aku...

Hai, hari ini aku melakukan sesuatu di luar kebiasaanku.
Aku sebelumnya tidak pernah memakai kata “aku-kamu” dengan Dheny.
Hari ini aku mencoba memulai memakainya.
Aku mengirimnya sebuah pesan. Pesan cinta.

Den, aku UTS dulu ya, aku sayang kamu :*

hahahaha, dan sampai detik ini, tidak satupun pesanku yang dia balas.
Entah kenapa…
Mungkin dia menganggapnya tidak biasa, lalu mengabaikannya.
Atau dia memang tidak melihat pesan itu dan memang belum tau….
Entah aku yang menghibur diri atau tak menerima kenyataan ini.

Aku tahu, seharusnya ketika aku menyayanginya tak seharusnya aku mengharap dia membalasnya.
Benar?
Benarkah harus seperti itu?
Benarkah?

Entah apa yang akan aku lakukan nantinya, namun… aku merasa semakin kuat, seandainya harus aku sendiri.

Donadt

Selamat dan Sukses untuk Bapak Anies. Semoga ini bisa jadi tauladan kita semua 👏👏👏👍👍 with Julita, Riris, Dheny, and Andita – View on Path.

Drama or Opera or ... whatever.

Hai, aku menulis ini ketika baru sampai di rumah setelah pulang dari latihan drama. Dosen SPI-ku menugaskan kelompokku untuk mementaskan sebuah drama islami.
kami sudah mulai latihan dalam beberapa hari terakhir.
Dalam kegiatan ini, yang membuatku merasa berat dan mengganggu suasana hatiku adalah adanya kehadiran Shinta di sana.
Entah kenapa, aku selalu memiliki pikiran buruk tentangnya.
Aku tak menyukai apabila dia melebihiku.
Walaupun, mungkin sekarang begitu.
Aku sadar. Aku bodoh. Aku bodoh sekali berfikir seperti itu.
Padahal dia temanku dari 5 tahun yang lalu. Namun, selama itu pulalah dia menjadi rivalku.

Hari ini aku ke rumah Dheny, menjenguknya.
Dia mengeluh sakit padaku pagi harinya. Jadi, aku berfikir untuk pergi ke rumahnya pada siang hari ini.
Di sana, Dheny memang sakit, namun dia berusaha ingin pergi kuliah.
Saat dia sedang bersiap, aku mulai percakapan kecil dengan ibunya.
Mulai dari pertanyaan basa-basi hingga pertanyaan ingin tahuku aku tujukan padanya.
Beberapa memang sudah aku ketahui, deni terbuka tentangnya terhadap ibunya dan aku.
Dari percakapan yang terjadi, aku mendpatkan beberapa pokok informasi yang sedikit menganggu jiwaku.
Menjadikan aku berfikir ulang kembali.
Aku mengerti, dia seorang ibu dan Dheny anaknya, jadi sangatlah wajar apabila seorang ibu meninggikan anaknya.
Dia terlihat seperti belum begitu rela apabila Dheny terenggut olehku. Dia bilang bahwa betapa sulitnya membesarkannya saat itu. Terlebih ketika ada seseorang yang menyeletuk ke arahku “sering-sering aja dateng, nanti pasti direstuin sama ibu mertua” saat itu aku menjawabnya dengan senyuman, namun ibu menimpalinya “aah, gak sampe ke sana, itu kejauhan, sekarang mereka masih main-main, Dheny aja belum kerja”.
Itu benar.
Mungkin benar.
Benar.
Benarkah?
entah mengapa, rasanya seperti mengosongkan jiwa dan pikiranku.
Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku.
Aku harus apa.

Apakah aku akan terus memilih untuk menjalaninya saja?

kemudian, pembicaraan kamipun terus mengalir sampai ke masa depan Dheny .
Dia sudah direncanakan untuk pergi jauh.
Orang tuanya ingin dia bekerja di Korea.
Kami akan terpisah.
Akankah kami terpisah?
Benarkah ini?
….
den, waktu itu belum tiba, namun rindu ini sudah menenggelamkan.

Donadt

Thirrje shqiptarëve: Masat deri te vendimi i UEFA-s

Thirrje shqiptarëve: Masat deri te vendimi i UEFA-s

Ulpiana LAMA Pak durim per ta lexuar te gjithe tekstin e meposhtem! VEÇOJMË – Nga neser deri ne diten e dhenies se vendimit te UEFA-s, ka kohe per nje fushate cilesore dhe efektive te Shqiperise per fitimin e kesaj beteje imazhi dhe prestigji me Serbine. Mjafton te kete koordinim te mire te disa institucioneve dhe kohezion te opinionit publik dhe besoj se eshte e mundshme. Jemi ne situaten ku…

View On WordPress