Cedo ou Tarde - parte 10
  • Não foi uma batiada muito forte, mas como eu estava correndo o impacto acavou de jogando contra o meio fio e eu bati a cabeça na calçada apagando completamente.
  • Xx:ah meu Deus o que eu fiz! O motorista da van levou a mão a cabeç enquanto descia desesperado ao seu encontro. O pessoal que estava la dentro tbm desceu todos estavam muito preocupados.
  • Rober:meu Deus! Atropelamos uma garota.
  • Motorista:eu juro que não a vi, eu juro. Diz ja chorando
  • Luan se aproximou da menina com cara de espanto, não era.. n podia ser o que ele estava exergando, ele te olhou por alguns segundos tentando se convenser de que estava maluco. Foi quando a correntinha em seu pescoço o fez tremer ainda mais.
  • Lu:se seu no seu nome - disse gaguejando
  • ALGUEM LIGA PRO SOCORRO gritou Luan em desespero
  • Rober:ja ligamos Luan, eles estao chegando. Agora calma.
  • Lu:calma? Calma nada se a (s/n) morrer eu nunca vou me perdoar. Ela n pode morrer meu Deus não agora
  • Rober:como assim vc conhece ela??
  • Antes que o Luan podesse responnder o socorro chegou e te levou para o hospital.
  • A pancada na cabeça foi forte. Vc perdeu bastante sangue, mas os medicos advertirao que não era nada greve depois de mais de 10 horas eu desperteu
  • Tudo girava, as imagens estavam borradas. E minha cabeça doia muitissiimo
  • Ai que dor - disse eu levando a mão ao curativa na cabeça e tentando entender o que havia acontedo. Que surpresa ao ver ele se aproximar da minha cama. Achei que estivesse sonhando. Mas ele acariciou meu rosto pude sentir o toque de suas mãos e perceber que nao. Era um sonho, se fosse tudo era muito real.
  • Lu:seu nome
  • Eu:oie, e vc mesmo ou eu estou sonhando?
  • Lu:sou eu, como foi bom te encontar -disse sorrindo enquanto os olhos marejavam.
  • Vc:o que aconteceu? Onde eu estou?
  • Lu:minha van te atropelou. Vc estava correndo de madrugada na rua. O q aconteceu? O q vc esta fazendo em SP eu voltei a fazendo pra te procurar mas não encontrei.
  • Vc:minha familia se mudou pra outra fazenda mas pro interior do mato grosso dois anos dps que vc foi embora.
  • Lu:eu te procurei tanto (s/apelido) tanto. E a vida te colocou no meu caminho outra vez. - Sorriu
  • Quando volta pra casa?
  • Vc:moro aqui Luan. A quase 3 anos. Faço faculdade de Jornalismo.
  • Ai meu Deus eu preciso avisar a Ju que estou aqui.
  • Vc lembra o telefone com dificuldade e o pessoal do Luan avisam a ela.
  • Dps de 2 dias vc teve alta. Luan te dei toda assistência possível e te acompanhou ate em casa. Ele n pode dormir as 2 noites no hospital afinal a mulher estava pra ter nenê n podia ficar muito tempo sem ele e vc nao cobraria isso dele tbm. Mas mesmo assim ele foi um amor.
  • Duas semanas depois vc ja eram mega amigos outra vez, um ja sabia tudo sobre a vida do outro parecia que nunca ficaram longe e que 22 anos nunca de fato existiu.
  • A 3 dias conheci a Jade, ela esta com o barrigão enorme e parece ser uma boa pessoa. Luan tem dado a ela muita atenção afinal foi uma gestãção complicada. A Familia do Luan nao esta no Brasil. Tio amarildo esta fazendo um importante tratamento e tia marizete acompanha o marido. Ja a Bru virou atriz e esta fora estudando teatro. Eles virao conhecer a neta so depois do nascimento. Sendo assim tudo sobrou para o Luan, que estava sendo um pai exemplar o homem que toda mulher queria ao seu lado na gravidez. Não posso negar q sinto ciúmes de tudo isso. Mas ja me convenci de que é um sentimento idiota.
  • Estavamos na casa do Luan quando a Jade deu um grito de dor
  • Lu:o que aconteceu amor?/
  • Jade:ai Lu minha barriiga, a Nic vai nascer, ta doendo
  • - Disse ja chorando e com a mao na barriga como se quisesse segurar a criança.
  • Luan entrou em desespero
  • Lu:ai meu Deus
  • Vc:calma Lu vamos levar ela para o hospital
  • continua
Vivo querendo convenser todo mundo,que jah te esquecie,que vxe ñ vive mas em mim.Mas tem um poblema ! Convencer o mundo e facil,quero ve eu convencer meu ❤ o bicho e teimoso disse que ñ vai te esquecer facio assim 😣

#milygama

We all start as strangers, as we go on, we remember all the times we spent together and as our lives change come whatever, we still be friends forever. ❤ (at Balai Sidang Jakarta Convension Center (JCC))

Tugas Esai FCTC

FCTC Demi Kepentingan Bangsa

Beberapa waktu lalu terjadi sedikit keretakan hubungan diantara enam departemen pemerintahan yaitu,  departemen kesehatan, departemen perindustrian, departemen perdagangan, departemen keuangan, departemen pertanian, dan departemen tenaga kerja. Hal ini disebabkan oleh kontroversi penandatanganan Kerangka Kerja Konvensi Pengendalian Tembakau (FCTC). Kelima departemen negara menentang penandatanganan kesepakatan tersebut dan hanya departemen kesehatan yang menyetujuinya. Namun sebenarnya apakah  FCTC tersebut?

Framework Convension on Tobacco Control atau FCTC adalah suatu perjanjian yang lahir dari gagasan Allyn Taylor, seorang professor pemerhati isu hukum internasional dari University of Columbia. Bersama rekannya, Ruth Roemer, menggagas suatu ide mengenai strategi pengendalian tembakau dalam rangka meningkatkan kesehatan dunia di Konferensi Kesehatan dan Tembakau Dunia  di Paris yang diselenggarakan oleh WHO pada Oktober 1994. FCTC bertujuan untuk melindungi generasi sekarang dan masa depan dari bahaya paparan asap rokok. Hal ini disambut baik oleh berbagai negara di dunia hingga pada Juli 2013 terhitung 177 negara telah menandatangani dan meratifikasi FCTC dengan Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani maupun meratifikasi FCTC.

Indonesia sebagai negara yang menduduki peringkat penduduk terbanyak keempat dunia dan peringkat ketiga pengonsumsi rokok terbesar dunia sangat dirugikan dengan tidak ditandatanganinya FCTC tersebut. Mengapa? Pada tahun 2012  konsumsi rokok masyarakat Indonesia telah mencapai angka 305 miliar. Jika dibagikan kepada setiap warga Indonesia maka seorang anak kecil telah mengonsumsi 1.250 batang rokok. Tingginya jumlah perokok Indonesia menyebabkan Indonesia menjadi negara sasaran pemasaran tembakau terbesar terlebih lagi dengan  beamasuk relatif murah yaitu 40%, sedangkan China dan Amerika Serikat mencapai 350%. Hal ini tentu saja mengancam lingkungan kesehatan masyarakat Indonesia terutama kelompok usia rentan seperti anak kecil, ibu hamil, dan penduduk miskin.

Secara konstitusional terdapat UU No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan yang mengatur tentang zat adiktif termasuk produk tembakau, namun pada kenyataannya  justru menjadi perdebatan diantara kalangan prorokok dan antirokok.  UU tersebut menjadi salah satu yang paling sering diuji di Mahkamah Konstitusi. Beberapa pengusaha rokok besar merasa keberatan akan pasal yang mengharuskan pencantuman gambar peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok karena tentunya akan menambah biaya produksi. Dua orang hakim MK menyatakan bahwa merokok merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang kemudian mengundang banyak komentar miring karena diketahui salah satu dari hakim tersebut adalah perokok aktif. Pada PP No. 109 Tahun 2012, terdapat beberapa poin yang mengatur tentang kemasan rokok dan ruang bebas asap rokok, namun sejalan dengan penerapannya pemerintah dinilai bersikap kurang tegas karena peraturan tersebut masih banyak dilanggar oleh pelaku produsen rokok dan masyarakat perokok aktif.

Perdebatan diantara enam kementerian ini berujung pada keputusan akhir yang diserahkan kepada presiden karena dianggap merupakan hak prerogatif seorang  presiden. DPR telah melayangkan surat permohonan penundaan penandatanganan FCTC kepada preiden dengan beralasan bahwa FCTC tidak sejalan dengan aturan konstitusi Indonesia mengenai UU Tembakau. Hal ini sungguh disayangkan berbagai pihak termasuk Menteri Kesehatan Indonesia, Nafsiah Mboi. Beliau berpendapat bahwa FCTC dan UU Tembakau tidak saling berkaitan karena FCTC  tidak mengatur tentang perdagangan dan produksi tembakau melainkan tentang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat untuk terhindar dari bahaya paparan asap rokok. Pada akhirnya, presiden memutuskan untuk menunda penandatangan FCTC yang disambut baik oleh pelaku produksi pengolahan tembakau.

Kepentingan ekonomi dan kesejahteraan petani tembakau dijadikan sebagai alasan utama penolakan penandatanganan FCTC. Industri rokok kecil dan besar berdalih bahwa terdapat enam juta petani tembakau kecil yang akan kehilangan pekerjaan dan negara akan merugi besar karena pajak penghasilan produksi tembakau mencapai angka 150 triliun. Lalu bagaimanakah nasib 236 juta rakyat Indonesia lainnya yang terancam terkena bahaya asap rokok setiap harinya? Bagaimanakah nasib ratusan juta rakyat Indonesia yang terampas haknya untuk tidak memiliki lingkungan sehat yang bebas dari asap rokok?

Telah diketahui bahwa industri rokok menghantarkan banyak pengusaha menjadi pengusaha terkaya di Indonesia namun hal ini tidak sejalan dengan nasib petani tembakau kecil yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Petani tembakau kecil digaji dengan upah harian dibawah rata-rata standar yaitu sekitar Rp16.000 setiap harinya atau sekitar Rp416.000 setiap bulannya masih jauh dari upah rata-rata nasional yang mencapai Rp883.000 perbulan. Mereka masih harus menanggung risiko kerugian akibat gagal panen yang setiap tahun menghantui mereka. DI daerah penghasil tembakau, rokok sudah menjadi menu sehari-hari selayaknya nasi yang harus selalu ada. Dapat dibayangkan tingkat kesehatan petani tembakau dan keluarganya yang memiliki upah minimum namun dibayangi berbagai penyakit pernafasan dan tentu saja akan semakin memberatkan pemerintah untuk menanggung biaya pengobatan penduduk miskin. Lalu dimanakah letak kesejahteraan petani tembakau yang digadang-gadang  akan terancam jika FCTC ditandatangani? Sesungguhnya FCTC akan membawa dampak baik bagi seluruh rakyat Indonesia karena FCTC melindungi hak untuk dapat hidup bebas dari asap rokok, tanpa terkecuali petani tembakau.

Pemerintah dinilai terlalu mementingkan pendapat pihak pengusaha rokok besar tanpa memahami hak seluruh warganya untuk dapat hidup sehat tanpa asap rokok. Pemerintah juga telah gagal untuk mencari jalan keluar agar petani tembakau dapat hidup sejahtera tanpa harus memproduksi hal yang dapat membahayakan masyarakat luas. Ketika pemerintah bisa menyediakan alternatif lapangan pekerjaan yang lebih layak kepada petani tembakau, tantangan mengenai kesejahteraan petani tembakau dapat terjawab.

Ketika FCTC ditandatangani, seharusnya semua pihak memahami bahwa seluruh lapisan masyarakat Indonesia memiliki hak untuk hidup sehat bebas dari asap rokok.

Referensi

http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2369

http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2370

American Journal of Public Health, Am J Public Health. 2005 June; 95(6): 936–938. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1449287/#

Esensi Penulisan

Esai ini dibuat sebagai salah satu tugas awal mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Esai yang mengangkat isu FCTC sebagai salah satu kontroversi antara berbagai pihak dalam pemerintahan dan pengusaha ini bertujuan untuk mengingatkan mahasiswa bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia sehat bebas dari asap rokok melalui penandatanganan FCTC

Everything is falling apart and I don’t know what to do. I thought I was better but maybe I’m not. I hate myself for thinking that something so horrible couldn’t enter my life again. Maybe if I tried enough everything would work, of course I was dumb enough to believe it. Maybe that’s why I don’t sleep and feel like passing out everyday from lack of mindset. I can’t tell the difference between my thoughts and what I want. I’m being overcome by something I want nothing to do with. The war that’s in my mind is scary. I miss my family, I miss my friends. Everything I do is for everyone else and not me. I can’t believe I haven’t been diagnosed crazy. Everything I built up to feel numb has been slowly tearing down. Walls can’t hold you forever especially when your me. Maybe i can convense myself right now as I cry myself to sleep I’ll be okay for once.

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video