Dizem que a pior mentira, é aquela que contamos a nós mesmo mas não acredito nisso. Acho que na vida, só se pode ser feliz assim, acreditando em pequenas mentiras, inventando algumas supostas realidades. É algo menos pesado que a verdade pura e inconteste
—  Caos no paraíso.
Não era mais como antes.
Como que se as borboletas que antes bailavam e se agitavam de um lado para o outro em meu estômago, tivessem morrido, e eu as houvesse digerido. Era como se o vazio que via aqui fora, se misturasse ao vazio invisível que agora estava dentro de mim.
—  Caos no paraíso.
Watch on veritaschronicle.tumblr.com

Josh Reeves On With Lee Rogers - 1-11-12 - “Important Information”

Interessante como se dão os finais fantásticos de certas histórias.
A nossa por exemplo: Quem imaginária que você, que tanto demonstrava, tanto dizia me amar, não sentira nada além de uma passageira paixão. Pra você fui só mais um caso. E eu que tanto negava, e tanto descaso fazia a isso, no fundo, tinha um amor maior que a capacidade de concebê-lo. Como se tivéssemos inverto os papéis.
E meu descaso fosse mera encenação, assim como o seu amor.
—  Caos no paraíso.
E a cada novo dia, a cada piscar de olhos meus, verifico tudo a minha volta, na esperança de “acordar” deste mórbido pesadelo. Poderia eu estar dormindo, e estes longes anos de angústia e insanidade não passarem de algumas horas adormecido? Quero acreditar mesmo na menor possibilidade, que ainda estou deitado em minha cama, e que tudo isso acaba ao amanhecer. Mas se no fim, for provado meu erro… e tudo isso que eu neguei for a realidade da vida. Eu irei dormir e sonhar, e ir até os limites da minha mente. Buscarei por abrigo no irreal.
E não voltarei jamais.
—  Caos no paraíso.
Soal PNS dan Syukuran

Saya sudah lama ngga baca Kompas. Kangen juga. Jadi barusan buka edisi kompas cetak dan menemui satu berita yang sedikit mengusik hati saya. Bukan, saya bukan bicara soal RUU APP, walau itu sedang ramai dibicarakan. Kalau soal itu mah saat ini saya ngga komen lah saat ini.

Mata saya tertuju pada  cerita seorang warga Banyumas Kukuh, yang diterima jadi Pegawai Negeri Sipil.  Setelah 12 tahun lebih kerja jadi pegawai honorer bergaji Rp 465.000 per bulan dengan tiga anak, dia memang jadi gembira namanya lolos seleksi jadi PNS.  Ditulis di Kompas, tanpa sepengetahuan dia, istri dan mertuanya mengadakan syukuran dengan membeli dua ekor kambing seharga Rp500.000 per ekor.  Pestalah mereka dan sanak kerabat bersantap sate dan gulai kambing. Yang mengenaskan, ketika dia datang ke kantor keesokan harinya, ternyata namanya ngga tercantum sebagai PNS, alias dianulir.

Meluapkan kegembiraan wajar.  Merayakan suka cita juga lumrah. Tapi kenapa mesti sampai mengeluarkan dana Rp 1 juta dikala ekonominya pas-pasan? Bukankah dana sebesar itu bisa dipakai untuk uang dan keperluan sekolah cucu si mertua utk 1-2 thn? Ditambah lagi Kukuh mengeluh karena penghasilannya selama ini kurang memadai. Tidakkah istrinya tahu?  Diangkat jadi PNS katanya “kami sambut gembira. Ini saatnya kami terbebas dari masalah ekonomi.” Entah maksudnya penghasilannya jadi naik dan lebih tetap sehingga dapat menabung atau “kesempatan mencari” penghasilan tambahan yang lebih banyak, saya ngga tau pasti. Memang bukan sepenuhnya merupakan ide Kukuh. Tapi tabiat seperti ini sepertinya sudah “membudaya”, alasan yang selalu kita gunakan untuk setiap perangai yang kurang baik dampaknya di masyarakat kita.

Saya melihat bangsa kita sering salah kaprah soal syukuran.   Dana yang pas-pasan dipaksakan untuk bersyukuran. Kadang ngga ada dana pun, bersyukuran. Kalaupun ingin bersyukuran, kenapa ngga ditunda saja acaranya? Apalah bedanya mengadakan acara syukuran sehari setelah diterima dan setahun kemudian misalnya? Kan kalau setahun kemudian mungkin sudah punya dana yang lebih cukup untuk bersyukuran.

Cerita ini mengusik saya karena saya pernah baca, bangsa Jepang ketika beranjak bangkit selepas dibom hancur lebur oleh AS selepas PDII hematnya luar biasa. Sampai-sampai saya ingat pernah baca, botol pepsoden yang digunakan setiap keluarga digulung dan dipencet sampai isinya habis.  (Note: lagi-lagi kebiasaan kita membandingkan dengan orang/bangsa lain.)

Sekedar unek-unek saya sore ini.

 

Watch on kandizzle.tumblr.com

THIS MUSICAL. THIS MOVIE. MY YEAR 6 MUSICAL OMFG IT WAS THE ABSOLUTE BEST

I STILL REMEMBER ALL THE SONGS

AND OMG THIS MOVIE IS SO FREAKING FUNNY KLDFJKLDSJFLKSDJ

anonymous said:

Hi Amy! Do you know any korean cometics that are used among kpop stars?

HI! : ) I have a lot of information about it! I would like to share with some pictures but I don’t know why I can only upload a picture T_T

image

Krystal(Fx) Etude House Blooming lips talk_ thrilling red/ sentimental rose beige

BOA CNP Laboratory Propolis Energy Amuple / Missha Signature Glam Art Rouge SOR403

Hyun A (4 minute)VDL Metal cushion Foundation 

Jeon Jihyeon SON&PARK Sugar tint

Tiffany(SNSD) IPKN My Micro Finsh pact

Jae Gyeong(Rainbow) CLIO Virgin Kiss Tinted lip 04. Passion Orange. or

07.happening

Here is that I know What Kpop stars used korean cosmetics product : )

I hope you find a good products and If I find another kpop stars products I will repost it! : ) thanks and have a great day!

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video