bismmillah

Tidak Berhenti di Sini
image

Catatan anak mahasiswa tingkat akhir. Berjuang demi beberapa langkah menuju gerbang yang dinanti. Bukan sekedar topi toga, tapi perjalanan lanjutan setelah disematkannya topi tersebut. Dan pasti tidak akan berhenti sampai di sini.


Aku tahu kemana arahku akan melangkah, sesuai dengan pemetaan yang aku canang-canangkan sejak lama. Namun aku sekarang masih serasa bayang-bayang. Belum tahu siapa aku, belum jelas aku sebenarnya siapa dan apa.

Untuk sampai titik ini pun tidak selamanya jalannya selalu lurus. Terkadang harus terperosok dulu bahkan bisa juga terjebak di gang buntu atau bahkan mengharuskan untuk tetap bertahan di medan yang belum sama sekali kita temui. Banyak likunya. Justru ini yang sering membuat banyak berucap banyak banyak banyak terimakasih pada Tuhan, penulis skenario paling handal, sempurna, dan tepat sesuai porsi.

Bagiku saat sekarang ini adalah titik permulaan menuju gerbang besar. Di mana di balik gerbang itu tersimpan sejuta jalan menuju destinasi selanjutnya yang pastinya lebih wow dengan sejuta hal yang tidak akan kuduga sebelumnya. Wuhuuu.

Analoginya sama  seperti naik gunung. Pada saat kita mendaki, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di depan kita nantinya. Untuk itu selalu waspada dan berhati-hati adalah kuncinya. Pun juga terkadang kita tidak bisa mengikuti aturan kita sendiri. Jika sudah begitu aturan Tuhan lah yang berlaku, ikuti saja karena Tuhan memiliki tujuan untuk kita. Tuhan adalah sebaik-baiknya penulis sekenario, ingat saja itu.

Sampai detik ini meskipun aku sedang bermain kata dengan tumblr, namun sebagian besar otakku masih saja penuh dengan hal 6 sks yang sungguh harus segera aku selesaikan. Hahaaha. Every single second pasti ingat tidak akan lupa, serasa udah permanen aja nempel di otak.

Secepatnya aku akan menyelesaikan ujian ini. Puncak memang sudah tampak. Dia seperti berteriak padaku agar aku segera menemuinya. Sepertinya kita saling merindu. Sebentar lagi aku akan sampai pada puncak bayangan terlebih dahulu. Itu destinasi pertama. Kemudian aku istirahat sejenak untuk mempersiapkan ujian summit yang bisa jadi lebih berat. Tapi aku tahu Allah pasti selalu ada di setiap langkah ini. Semoga Allah sellau meridhoi.

Aamiin.
Aku pasti akan sampai puncak. Pasti. Bismillah.

Dan jika sudah, pastinya tidak akan berhenti di sini. Masih banyak puncak lain yang ingin ditemui.


Jakarta, 24 Februari 2015
by vd.