Watch on nafisadini.tumblr.com

Asbun’? Hmm.. Akibat Pola Pemberian Compliment yang Salah Pada Anak?

Dari pemahaman aku selama hidup 19 tahun, istilah ‘Asbun' alias asal bunyi, pengertiannya semacem suatu pernyataan atau asumsi yang diungkapin sama seseorang, namun asumsinya gak berdasar, gak relevan, gak nyambung atau mungkin terlalu melebih-lebihkan fakta. 

Pertanyaannya, “aku pernah asbun gak ya? kamu pernah ga? oh, dia tuh temenku sering banget asbun, tapi jadinya lucu jadi hiburan gitu, looking so ridiculous” .. 

Kenaaaapa? 

Hmm.. jawabannya ternyata, ada disini :

And when praise labels a child (e.g., “I am smart”), it’s easy to focus on looking good instead of learning. In fact, this focus on looking good can become so intense that it encumbers kids from taking simple chances such as raising their hands in class. In short, telling kids they are “smart” can make them act the opposite. 

(http://www.huffingtonpost.com/renee-jain/praising-kids_b_5272483.html)

Nah loh, ternyata, ketika orang tua mendidik seorang anak dengan kata-katacompliment yang kurang tepat, seperti “You’re so smart!” , itu bisa mempengaruhi keadaan psikologis anak. Label “I’m Smart” membuat anak lebih ingin terfokus pada "ingin terlihat keren" yang sangat intens dibandingkan "ingin belajar" .Dan jatohnya, mereka akan memaksakan hal  simple untuk terlihat keren, salah satunya mengangkat tangan dikelas, berbicara namun tanpa berdasar, alias asbun.

“teelling kids they are “smart” can make them act the opposite”.

That’s the point!

Khan Academy pun bilang lewat video ini tentang The learning Myth: Why I’ll never Tell My Son He’s Smart..

Jadi, pada akhirnya adalah.. 1 hal yang harus kita katakan sama anak-anak kita kelak.. “Yes, you can learn anything, honey” :) 

Thought via Path

Karena kerja tidak selamanya sempurna, manusia dibekali kekurangan… Jika semua bisa sempurna maka tidak ada perusahaan bangkrut, karyawan di PHK, dan kecelakaan kerja…
Manusia hanya perlu sabar dan terus belajar agar menjadi tetap sempurna… – Read on Path.

Wanita, Kenapa ya?

Kenapa ya?
Hati wanita itu mudah sekali tersentuh..

Dalam emosi, ia dapat membara-bara
Hingga membakar semuanya, Termasuk harga dirinya di hadapan publik..

Dalam luka, ia akan terus melemah dalam airmatanya
Ia banjiri semua pikirannya,
Bahkan bisa hingga ia lupa nikmatnya hidup..

Dalam senang, ia bisa berbunga-bunga
Ia buat segalanya jadi manis juga indah,
Pahitnya hidup pun tak tampak baginya..

Kenapa ya?
Semudah itu wanita berubah-ubah sesuai hatinya


Lalu kenapa ya?
Saya yang dirinya adalah wanita masih juga tak mengerti diri saya?

Sekian.

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video