Witches, Warlocks & Role Models (Pt. 2):

— Galadriel —

The Elf-Witch, The Lady of Lórien, Lady of Light, The Lady of the Galadhrim, or The Lady of the Wood, Artanis, Nerwen, Alatáriel.

— One of the mightiest and fairest of all the Elves remaining in Middle Earth, surpassing nearly all in beauty, knowledge, and power; the co-ruler of the forest realm of Lothlórien. She is over seven thousand years old, (if you’re counting in years dictated by the Sun, because she was around before there was a Sun.

Galadriel was highly praised for her beauty, particularly that of her hair, which was a deep and radiant gold, shot with silver.

Galadriel wielded an incredible amount of magical power. Friend and student of the ancient MaiaMelian, she was privy to ancient knowledge and skill. The nature of her magic is not well understood. Much of Galadriel’s power stemmed from the great artifact she controlled, Nenya the Ring of Water. Nenya’s power was preservation, protection, and concealment from evil. Galadriel used these powers to create and sustain Lothlórien. In some tales, Galadriel is depicted with the power to communicate over vast distances. Her mirror could reveal events from the past, present and future.

 Galadriel was also familiar and highly skilled in “ósanwe”, the skill of entering others’ minds.  

Besides her magical powers, Galadriel was very wise and highly intelligent. She had great physical beauty and charisma.

"In place of the Dark Lord you will set up a Queen. And I shall not be dark, but beautiful and terrible as the Morning and the Night! Fair as the Sea and the Sun and the Snow upon the Mountain! Dreadful as the Storm and the Lightning! Stronger than the foundations of the earth. All shall love me and despair!” - Galadriel

(Witches, Warlocks and Role Models (Pt.1): Ichihara Yuuko)

mirandatam asked:

Hi sorry to bother you, but I've been raised pretty secularly, and I was trying to understand the whole 'judaism' thing a bit more, and I was really starting to feel connected, and then my synagogue had this whole thing about supporting Israel and now I just feel... kinda gross. Sorry. Part of this is I feel like I just have to tell... someone, I guess, but part of it is b/c you said you're Ba'alat teshuva, and just... what made you decide to become more religious? What was it like?

hey, sorry for the egregiously late response

first, a note: judaism =/= zionism =/= being pro-israel

um, i decided to become religious because judaism makes sense to me (on a systematic level, i’m not going to pretend i understand every detail), and because like. once one has the belief in an omnipotent benevolent infinite G-d who knows and wants the best for us, and one believes that this G-d gave one the Torah, it’s like. a helpful to-do list from the Source of all goodness in the world, why wouldn’t you? but that may not be helpful because i’ve been trying to engage with judaism for more than 3 years so i find it hard to think about religion without this mindset

it was and is difficult but rewarding. i feel like it’s the best thing i’ve ever done.

— mod carmel



Di sebuah dunia, diadakan kompetisi untuk pergi ke sebuah kota dimana banyak orang yang menginginkan untuk pergi ke kota tersebut, namanya Kota SUKSES.

Kompetisi ini simpel, semua orang boleh menggunakan jalur apapun, boleh menggunakan alat apapun, boleh melakukan apapun. Tapi, setiap kontestan diberikan waktu yang berbeda-beda, namun mereka tak diberitahu oleh panitia, dan sewaktu-waktu panitia bisa memberhentikan peserta.

Tak ada batasan pemenang, setiap mereka yang sampai ke kota SUKSES adalah pemenang dari kompetisi ini.

Semua peserta diawal sudah berteriak dengan kencang “SAYA AKAN TIBA DI KOTA SUKSES”


Semua orang melakukan cara masing masing untuk menuju kota SUKSES.

Kelompok A

Kumpulan orang yang terus mengucapkan “SUKSES, SUKSES, SUKSES” tapi mereka tak tahu, jalan menuju kota SUKSES itu kemana, mereka hanya lurus saja jalan mengikuti jalan yang ada. Beberapa orang yang beruntung tiba di Kota SUKSES karena berada di jalur yang tepat, beberapa hanya lurus ke tempat yang tidak tahu ada dimana.

Kelompok B

Kumpulan orang yang terus mengucapkan “SUKSES, SUKSES, SUKSES”, tapi mereka tak tahu arah ke kota SUKSES, alhasil mereka malah menjauh dari Kota SUKSES. Tak ada satupun yang sampai ke kota SUKSES

Kelompok C

Kumpulan orang ini tak tahu kota SUKSES. Sadar minim ilmu, mereka banyak bertanya pada mereka yang pernah pergi ke Kota SUKSES. Mereka membuat peta, jalur, sehingga mereka tahu jalur menuju kota SUKSES. Alhasil, mereka semua berhasil menuju Kota SUKSES

Kelompok D

Nasibnya hampir sama dengan Kelompok C, tapi mereka mengetahui jalan pintas, akhirnya mereka dapat tiba ke Kota SUKSES lebih dulu daripada yang lain.

Kelompok E

Kumpulan orang ini adalah kumpulan dengan orang paling banyak. Pada awalnya, orang orang ini tak tahu Kota SUKSES. Akhirnya mereka bertanya pada mereka yang sudah pernah berada di Kota SUKSES. Namun, beberapa dari mereka melalui jalur yang salah. Mereka yang sadar, kembali ke jalur yang benar agar tiba dengan cepat. Namun, beberapa terus berada di jalur yang salah sehingga mereka menempuh waktu yang lebih lama. Sayang, beberapa yang salah jalur, harus keluar dari pertandingan karena waktu sudah habis secara tiba tiba.


Lalu, jika kau mau menuju SUKSES, sudahkah kau menentukan jalur? Atau mau mengikuti jalur lurus dan berharap tiba di SUKSES? Atau kau mau terus lanjut walau bahkan kau sendiri tak tau SUKSES itu dimana? Atau mungkin kau akan bertanya dan belajar dari orang lain terlebih dahulu, agar kau tau bagaimana cara menuju SUKSES. Atau jangan jangan kau tahu SUKSES, tapi kau tak pernah sama sekali menentukan jalur? Atau kau sebenarnya salah jalur, tapi kau tak pernah mau mendengarkan orang lain?

Well, aku kira, kau sendiri yang tahu kondisimu seperti apa. Setidaknya, kita tahu, kalau semua ingin menuju SUKSES.

Di Bawah Rembulan | 21 Januari 2015