Candu

aku kenal seseorang.

kenal, bukan sekedar tahu, karena entah bagaimana, ia membuatku merasa mengenalnya. berbuatnya banyak; menulisnya banyak; rajin tersenyum; jarang bicara. untuk menggambarkan sosoknya, harus kugunakan segala kontradiksi yang membingungkan.

ia seperti buku yang terbuka, dengan tiap-tiap halaman menyajikan alur yang tak tertebak. ia pintu yang tak dikunci, tapi tertutup rapat. ia seorang penghemat kata, yang kaya kosakata.

meski raut wajahnya miskin ekspresi, ia turut menertawakan yang membuatku tertawa. dalam obrolan kami yang langka, ia pun kerap menjelma jadi jenaka.

dan pernahkah kau melihat seorang yang piawai berpresentasi —runut menjelaskan pokok pemikiran dengan penuh percaya diri— terbata menanyakan kabar?

itu lucu sekali.

betapa aku menunggunya membicarakan hal-hal yang ia tulis, sebab pasti barangkali akan semarak. betapa aku juga menunggu kesempatan untuk sungguhan mengenalnya, bukan hanya merasa.

tapi seingin-inginnya aku,

aku lebih takut candu.

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video