Hai hai. Saya mau cerita. Jadi, hari Minggu, 11 Desember 2011, beberapa dari anak-anak SAPPK mengadakan suatu acara yang diilhami oleh acara TV The Amazing Race. Ini baru versi trial, para panitia telah menjanjikan versi real-time-nya. Jadi, 14 orang anak SAPPK yang menjadi korban panitia disuruh mengelilingi kota Bandung dengan beberapa pos pemberhentian. Di setiap pos, ada tugas yang harus dikerjakan.
Things irmeliav likes Explore more popular stuff on Tumblr →
-
The Amazing Race v.SAPPK
-
notesofimagination reblogged dhewawawaa:
For all those who like and love to write.
For friends who maintain blogs.
Share that gift, never stop writing.
—
via think4yourself + notentirely + dominickbrady -
Let’s start my travel wishlist blog. Let’s start with this one: Atomium in Brussels Belgium. Can’t you see that fantastic structure? Well, you see that on The Amazing Race 19 Episode 10. That’s really awesome.
This building was built for World Fair 1958. And now still shining. Really great isn’t it?
credits: amyte
-
Tips Teman Belajar ;-)
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hallo tumblr, ga kerasa ya udah lamaaaa banget ga postingan curcolan disini. Boleh dong ya curcol lagi :D
Pernah ga sih kalian ngerasain kehilangan temen padahal temen itu deket sama kita? Pernah ga kalian ngerasa jadi berpisah sama temen ‘sharing’ kalian? Saya yakin, mungkin beberapa dari kalian pernah ngalamin masa-masa kaya gini.
Kenapa coba bisa kaya gini? Selidik-selidik fenomena ini terjadi karena kesibukan masing-masing, mulai dari les, pacaran, belajar, isirahat, sampe sibuk sama pdkt-annya. Nah, selain itu, di kelas 3 kaya gini, temen kita malah menganggap kita sebagai “enemy” sampe SNMPTN nanti. Bener ga sih sikap kaya gini?
Nah, menurut pandangan drg. Ilham Triaskamil (Amin Ya Robbal ‘Allamin) sikap seperti ini bisa dibilang benar untuk beberapa kalangan, tetapi salah untuk kalangan lain. Sebenarnya kita tuh harus nganggep temen kita tuh “Teman Seperjuangan” bukan musuh. Kenapa? Soalnya ini berdampak buruk kepada Psikologis seseorang. Malah bisa-bisa kita menjatuhkan teman sendiri. Coba bayangkan, kita di posisi mereka. Kita dijatuhkan oleh sahabat sendiri, sakit bukan?
Jika kalian merasa seperti teman yg ‘dijauhi’ atau ‘dijatuhkan’ ilham punya tips nih yg lumayan berhasil diterapkan ke diri sendiri.
Pertama, jika kamu memang butuh ‘Teman Seperjuangan’ coba deh, rangkul orang-orang yg belum begitu dekat dengan kamu. Buat kelompok belajar, hal ini sangat positif dibandingkan dengan kelompok shopping #nahloh. Selain itu, ketika belajar, kita bisa sekalian mengobrol, sharing, bersama. Lumayan kan!
Kedua, motivasi terus teman belajar mu! Mungkin sulit juga untuk hal ini, apalagi jika teman mu malas sekali diajak belajar. Pas diajak belajar ke rumah siapa eh malah ngerumpy #lirik @nelooy @nindyey =)) #peaceah
Ketiga, sediakan waktu untuk bermain! Belajar terus juga ga bagus loh buat org yg easygoing. Bisa-bisa yg ada mikirin main pas belajar. Yang jelas, belajar sama main tuh harus balance.
Keempat, jaga terus hubungan pertemanan kalian! Ini sih dari dulu juga penting =))
Nah, palingan segitu aja yg bisa Ilham sampaikan. Bila ada salah kata, maafkanlah. Wassalamualaikum Wr. Wb.
Ilham Triaskamil - Pengalaman Sendiri -
Iklan KPK
Pagi ini, saya menonton televisi. Saya bangun pagi hari ini. Lalu saya melihat iklan KPK, bagus iklannya menurut saya. Jadi iklan ini menceritakan tentang kehidupan seorang koruptor. Sewaktu kecil ia senang berbohong, sudah SMA senang curang dengan menyontek, sudah kuliah lalu punya pacara diselingkuhi, sudah dewasa kalau naik motor ditilang hobinya nyogok, lalu setelah tua hobi korupsi, keluarga malu dan masuk penjara. Jadi siklusnya seperti ini. Bohong-Curang-Selingkuh-Nyogok-korupsi-masuk penjara. Jadi, ternyata, perbuatan di masa muda kita yang dianggap sepele seperti mencontek atau bohong kecil-kecilan akan menjadi sebuah masalah di masa mendatang. Kelakuan korupsi asalnya dari kelakuan suka mencontek waktu SMA. Parah. Kalau terus seperti ini, apakah Indonesia akan terus melahirkan koruptor-koruptor kelas kakap? Mungkin iya. Jadi ya, berbuat jujurlah, tak ada ruginya walaupun sering makan hati karena orang mencontek pasti nilainya terkadang lebih besar dari yang jujur. Tak apa. Ini hanya permulaan. Di masa depan kita tak akan pernah tahu.
-
“Rasa khawatir itu seperti kursi goyang. Seolah ia membawamu melangkah, namun kenyataannya kau tak sedikitpun beranjak dari tempat asalmu.”
-
teknik?
baca buku panduan yang ada daftar mata kuliahnya:
mektek = mekanika teknik
gamtek = gambar teknik
baca menu di kantin:
nastek = nasi teknik?
-..-
-
What do you know?
Kadang, manusia itu selalu berekspektasi terlalu tinggi terhadap manusia lain. Misalnya,
Kan si A anak olimpiade matematika, masa soal kayak gini aja nggak bisa ngerjain?
Kan si B pernah ke luar negeri, pasti bahasa Inggrisnya hebat dan bisa ngerjain soal-soal.
Kan si C itu rengking selalu di kelas, rajin bimbel, nyatanya nggak diterima kuliah di mana-mana?
Sebenarnya saya pengen banget bilang, biasa aja kali. Orang lain tuh nggak tahu sama sekali beban ekspektasi itu.
Sudah ah, cape. Lelah kalau banyak orang berekspektasi berlebihan sama diri kamu sendiri, kan? Padahal mungkin orang lain cuma lihat kamu lewat matanya saja. Mata itu kan menipu. Padahal kamu itu manusia yang emang biasa-biasa saja tetapi banyak orang berekspektasi sama kamu. Lelah rasanya, capek. Kalau kamu nggak memenuhi ekspektasi mereka (read:selain orang tua dan orang tersayang), mereka akan kecewa pada kamu, padahal kamu nggak berbuat apa-apa! Salah kamu di mana coba? Hal seperti ini menipu,bisa membuat kamu dipuji-puji selangit tetapi bisa juga kamu dianggap orang paling idiot, padahal kamu kan biasa saja. Dan ketika ekspektasi tidak bertemu kenyataan, orang siap berbicara tentang kamu, mulai dari hal buruk atau berkata mungkin, mungkin, dan mungkin.
Ini hanya sekedar curahan hati belaka bagi para pengekspektasi. Saya lelah, saya capek. What do you know people?
Pengalaman bukan sekedar acuan kalau kamu, saya atau mereka lebih baik dari miliaran orang di dunia ini. Banyak yang bilang,” ..kamu kan sudah berpengalaman, pasti bisa deh”. Dan relitasnya adalah, kamu nggak bisa. Atau mungkin kamu malahan diejek sama orang lain karena kamu dikira nggak dapet apa-apa dari pengalaman kamu. People, I’m not really smart to arrange or summary my experience. I have my own summary and experience.
Ingin banget teriak ke orang-orang seperti itu, “People, you don’t know what I had been through last year. If you don’t know, stop telling me your expectations. I do not like it. Because you just don’t know what I had been through in my life, people!”
-
adrinurmuhammad reblogged fuckyeahmahasiswa:KULIAH
-Pas mau semester baru:

-Setelah Minggu pertama:

-Setelah Minggu kedua:

-Sebelum UTS:

-Selama UTS:

-Setelah UTS:

-Sebelum UAS:

-Pas liat jadwal UAS:

-7 hari sebelum UAS:

-6 hari sebelum UAS:

-5 hari sebelum UAS:

-4 hari sebelum UAS:

-3 hari sebelum UAS:

-2 hari sebelum UAS:

-1 hari sebelum UAS:

-Malam sebelum UAS:

-1 jam sebelum UAS:

-Pas UAS:

-Pas keluar dari ruang ujian:

-Setelah UAS, selama liburan:

(Kiriman dari sis Fifi Afifah)
ga pengen kaya gini, tapi da gimana atuh bodor dan nyata.
